Analisa Euro Terhadap Dollar yang Semakin Melemah

25 Jun 2014

Dalam sebulan terakhir Euro melemah terhadap dollar, bagaimanapun juga ini adalah indikasi negatif dari sebuah perdaganagan valuta asing yang jamak.Di Amerika Serikat, outlook pemulihan ekonomi AS terdongkrak pada hari Selasa ini setelah data menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen dan penjualan rumah baru mengalami kenaikan menuju level tinggi tahunan. Gauge atas Dolar AS tercatat di kisaran 0.2 persen, terendah dalam satu bulan ini. Perekonomian AS yang diramalkan mengendur makin meyakinkan spekulasi bahwa suku bunga The Fed di kisaran nol masih akan diberlakukan untuk beberapa waktu lagi.

edd69e6b8a1fa6a385159cb5747d1f64_1Tetapi kemudian Euro stabil terhadap dollar berkat kebijakan dari ECB atau bank central Europa. ECB akhirnya telah mengambil keputusan kebijakan moneternya. Bank sentral Eropa tersebut sempat memperkenalkan serangkaian pengukuran yang bertujuan untuk menstimulasi perekonomian Zona Eropa, termasuk suku bunga negatif dan pinjaman jangka panjang murah bagi bank-bank.

euro
Pada akhirnya, ECB menjatuhkan pilihan pada opsi pertama. ECB memotong suku bunga deposito ke kisaran minus 0.1%. Hal ini dimaksudkan agar bank-bank di Zona Euro terpacu untuk meminjamkan uangnya pada perusahaan-perusahaan, daripada menahannya sendiri. Selain memotong suku bunga deposito, ECB juga memotong suku bunga acuan dari 0.25% menjadi 0.15%. Bank Sentral Eropa ini merupakan bank sentral pertama di dunia yang memperkenalkan suku bunga negatif.

Menurut Howard Archer, Kepala ekonom di Global Insight, kendati pun kebijakan ECB ini telah diantisipasi dan sesuai dengan ekspektasi, suku bunga negatif masih merupakan kebijakan asing yang belum ada presedennya. Sehingga, ECB harus bekerja keras untuk menanggulangi ketidakpastian yang ditimbulkan oleh penerapan suku bunga negatif.


TAGS ECB bank central eropa dollar euro valas Add new tag


-

Author

Follow Me