Faktor Eksternal dan Internal Yang menekan Rupiah

25 Jun 2014

Dinamika masyarakat yang semakin maju sering terjadi pada negara berkembang , sakah satunya adalah di Indonesia dengan indikasi penekanan Rupiah karena mereka memilih dollar dalam perdagangan dalam negeri sehingga nilai rupiah turun dengan aksi beli dollar yang tinggi, ini semakin mengkhawatirkan karena sumber sumber keuangan dunia juga terkena imbasnya. memang bisa saja ini hanya trends sesaat.

Kondisi ini sangat memicu penurunan dan melemahnya rupiah secara konstan,

Sementara itu, empat mata uang lainnya menguat dengan ringgit terpantau paling kuat terhadap dolar AS. Adapun satu mata uang lainnya stagnan terhadap dolar AS yakni yuan.

Dari 11 mata uang Asia, delapan mata uang terpantau melemah dengan rupiah terpantau paling tertekan sebesar 0,46% ke level Rp12.045 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.

Sementara itu, dua mata uang lainnya menguat terhadap dolar AS yakni yen dan rupee. Adapun satu mata uang lainnya stagnan terhadap dolar AS yakni dolar Hong Kong.

Rupiah, pagi ini termasuk mata uang yang melemah terhadap dolar AS sebesar 0,02% ke level Rp11.995 per dolar AS
pengamat valas mengungkapkan, pelemahan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik kondisi global maupun kondisi perekonomian Indonesia. Dari internal, penyebabnya adalah, tingginya kebutuhan USD dari kebutuhan korporasi untuk memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo dalam mata uang asing.

Selain itu, defisit neraca perdagangan menunjukkan, ekonomi Indonesia bermasalah, yang terlihat dari kinerja ekspornya. Rahadyo mengungkapkan, menurunnya ekspor Indonesia bisa dipengaruhi pertumbuhan industri yang bisa berujung pada sektor tenaga kerja.

“Menurunnya ekspor membuat pasokan USD terbatas. Sedangkan permintaan dari importir terus meningkat, yang membuat rupiah kembali melemah di pasar perdagangan hingga ke level Rp 10.850 per dolar AS,”4a8eab393d869f48102a9d9cca10ef38_1

Kondisi ini memicu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi sangat dalam. Seperti kurs rupiah kemarin (24/6/2014) pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia tembus ke level Rp 12 ribu per dolar AS.

Menurut Pengamat Valas, Farial Anwar, nilai tukar rupiah mengalami tekanan hebat dari faktor eksternal maupun internal. Dari internal, defisit neraca perdagangan masih membayang-bayangi pergerakan rupiah.

Diperparah dengan tingginya permintaan dolar karena repatriasi, pembagian dividen. Sedangkan dari eksternal seperti kenaikan suku bunga di AS dan kebijakan quantitative easing (QE).


TAGS forex valas pasar uang dollar rupiah


-

Author

Follow Me